Kamis, 03 Juni 2010

Lewat Status 'Like', Trojan Berbahaya Teror Facebooker


facebook (ist)
Jakarta - Trojan jenis baru meneror pengguna Facebook. Kali ini modus operandinya melalui sebuah tawaran status 'like'. Jadi jangan sembarangan meng-aprove status 'like' pada situs asing.

Dalam aksinya, trojan tersebut akan memancing pengguna untuk masuk sebuah situs asing dengan pesan secara langsung ke akun Facebooker. Mereka kemjudian akan dipancing untuk meng-klik status 'like'. Berikut ini adalah beberapa pesan yang dicurigai disusupi trojan tersebut.

"LOL This girl gets OWNED after a POLICE OFFICER reads her STATUS MESSAGE," "This man takes a picture of himself EVERYDAY for 8 YEARS!!," "The Prom Dress That Got This Girl Suspended From School" serta "This Girl Has An Interesting Way Of Eating A Banana".

Saat pengguna terpancing untuk meng-klik status 'like', ia akan dibawa ke sebuah halaman web kosong. Halaman tersebut akan menampilkan tulisan 'Click here to continue'. Saat di-klik, sebuah halaman yang sama bakal terus muncul. Saat itulah Trojan ini masuk.

Dikutip detikINET dari situs perusahaan keamanan Sophos, Selasa (1/6/2010) perusahaan tersebut mengidentifikasi Trojan ini sebagai Troj/iframe-ET worm. Sophos merekomendasikan untuk menghapus link situs ataupun feed yang terhubung dengan halaman web kosong tersebut.

Sumber http://www.detikinet.com/read/2010/06/01/140600/1367519/323/lewat-status-like-trojan-berbahaya-teror-facebooker/

Pembuktian Speedy Lewat Lomba Game


Suasana Speedy Games (rou/inet)
Jakarta - Telkom menggelar Speedy Sport Championship di Balikpapan. Ajang lomba game online tersebut digelar akhir pekan ini untuk membuktikan kehandalan jaringan internet Speedy.

Seperti diketahui, jaringan Speedy sering dikeluhkan banyak pelanggannya. Tak ingin keluh kesah itu berlanjut, Telkom pun mengajak calon pelanggan barunya untuk membuktikan sendiri lewat ajang lomba game ini.

"Speedy Sport Championship merupakan komitmen Telkom untuk menyediakan akses internet kecepatan tinggi," tulis VP Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, Minggu (30/5/2010).

Selain di Balikpapan, penyelenggaraan Speedy Sport Championship juga akan berlangsung di kota-kota besar lainnya, antara lain Medan dan Surabaya.

Sebelumnya, lomba game ini telah dilangsungkan di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Pemenang kompetisi game di setiap kota akan mewakili kotanya pada Grand Final Speedy Sport Championship yang akan diselenggarakan Juli 2010 di Jakarta.

Menurut Eddy, komunitas gamer dan pelajar memang menjadi target pemasaran layanan internet Speedy. "Kami menargetkan 20% dari total pelanggan kami datang dari komunitas game online dan edukasi," ungkapnya.

Hingga Januari 2010, lanjut Eddy, jumlah pelanggan Speedy tercatat hampir 1,2 juta satuan sambungan layanan (SSL). Meningkat 69,7% dibanding Januari 2009 sebanyak 683 ribu SSL. "Peningkatan juga terjadi di sisi pendapatan yang di bulan Januari 2010 sudah melampaui target."

Angka pelanggan Speedy kemudian meningkat jadi 1,3 juta pada April 2010, dengan mayoritas pelanggan atau 450 ribu di antaranya berdomisili di Jabodetabek.

"Berdasarkan tren performansi tahun 2008 dan 2009, serta jangkauan tidak kurang dari 378 kota di Indonesia, kami optimis target dua juta SSL di tahun 2010 yang ditetapkan Telkom bisa tercapai," pungkasnya.

Sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/05/30/154137/1366168/328/pembuktian-speedy-lewat-lomba-game

85 Juta Ponsel di Indonesia Sudah Bisa Akses Internet



Ilustrasi (gettyimages)


Jakarta - Total pelanggan telekomunikasi seluruh operator di Indonesia kini mencapai 170 juta. Separuh di antaranya, atau sekitar 85 juta, saat ini diyakini sudah menggunakan ponsel yang mempunyai kemampuan minimal GPRS untuk mengakses internet.

"Dari database pelanggan para operator telekomunikasi di Indonesia, separuhnya sudah menggunakan ponsel GPRS," kata Budi Hardjono, Head of Marketing Mobile Data Services XL Axiata, di Euphoria, Jakarta, Kamis (3/6/2010).

XL sendiri mencatat, dari total 32,6 juta pelanggan selulernya, 16,6 juta di antaranya sudah memiliki ponsel GPRS enable. "Saya rasa operator lain juga tak jauh beda datanya," kata Budi lagi.

Dari 16,6 juta ponsel GPRS itu, 13,5 juta di antaranya diklaim sebagai pengguna data internet aktif XL yang punya kebiasaan mengakses jejaring sosial, mengirim email, chatting, dan mengirimkan pesan multimedia MMS dengan trafik per hari mencapai 500 ribu pesan.

"Maraknya ponsel-ponsel dari China yang masuk ke pasaran turut membantu peredaran ponsel dengan kemampuan akses internet lewat GPRS juga," pungkas Budi.

Di lain kesempatan, Telkomsel juga sempat mengungkapkan dari 86 juta pelanggan selulernya, 14 juta di antaranya menggunakan akses data internet dengan koneksi minimal GPRS. Hingga akhir tahun, operator itu berharap bisa menambah pelanggan data internetnya jadi 20 juta.

Sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/06/03/152954/1369220/328/85-juta-ponsel-di-indonesia-sudah-bisa-akses-internet/

PES 2011 Makin Lihai Menggiring Bola


PES (sony)
Jakarta - Seri terbaru dari Pro Evolution Soccer (PES) sudah di depan mata. Setelah mendapatkan umpan balik dari para penggemarnya, Konami memberikan sejumlah perbaikan besar-besaran pada game yang nantinya bertajuk PES 2011.

PES 2011 direncanakan bakal rilis secara multiplatform untuk PlayStation 3, Xbox 360, Wii, PC, PlayStation 2, dan PlayStation Portable pada penghujung tahun 2010. Game sepakbola yang paling digemari itu bakal hadir membawa beberapa pembaharuan seperti gaya gocekan yang lebih beragam.

Selain itu, Konami juga menjanjikan untuk memperbaiki sistem kendali agar pemain dapat lebih leluasa mengendalikan karakternya ketika sedang bertanding. Tidak hanya itu, kabarnya PES 2011 juga memiliki arah tendangan yang lebih kuat dan presisi. Jadi diharapkan permainkan bakal lebih seru dari sebelumnya.

Pro Evolution Soccer memang menawarkan sebuah permainan sepak bola yang luar biasa. Namun sayang, edisi PES 2010 banyak mengundang kekecewaan di kalangan gamer karena dianggap mengalami kemunduran. Misalnya, pada PES 2010 gamer banyak yang mengeluhkan sistem kendali yang terbilang cukup merepotkan. Belum lagi sistem permainnya yang tidak berbeda dengan versi lawas di Playstation 2.

Seperti dikutip detikINET dari Game Informer, Rabu (2/6/2010), sepertinya Konami ingin memperbaiki kesalahannya dengan melakukan perubahan besar para PES mendatang.

Sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/06/02/133046/1368326/654/pes-2011-makin-lihai-menggiring-bola/

Sony: PlayStation Move Sangat Akurat dan Presisi


Playstation Move (Sony)
Jakarta - Kehadiran Move sebagai sistem kendali gerak untuk PS3 sempat diragukan oleh para gamer. Pasalnya, beberapa sumber mengatakan bahwa kontroler tersebut memiliki jeda waktu yang cukup lama. Namun hal ini dibantah oleh Sony.

"PlayStation Move sangat akurat, dan bisa melacak gerakan dengan sangat presisi," ujar Mark D Green, perancang PlayStation Move, seperti dikutip detikINET dari Connected Console, Rabu (2/6/2010).

Jeda waktu yang dibutuhkan piranti ini untuk menangkap gerakan pun terbilang cukup cepat. Bahkan Sony mengklaim Move hanya membutuhkan waktu 22 milidetik untuk mengenali gerakan pemainnya.

"Move hanya membutuhkan waktu 22 milidetik untuk dari mengenali gerakan pemain hingga menerjemahkan ke layar," tambah Green.

PlayStation Move merupakan sistem kendali terbaru yang akan diluncurkan secara massal pada penghujung tahun 2010. Kontroler dengan sensor gerak ini pun rencananya akan dibanderol kurang dari USD 100.

SUmber : http://www.detikinet.com/read/2010/06/02/105354/1368112/654/sony-playstation-move-sangat-akurat-dan-presisi/

CoD: Black Ops, Kembali ke Era Perang Dingin


CoD: Black Ops
Jakarta - Call of Duty (CoD): Black Ops merupakan seri terbaru dari sederet game CoD yang digarap oleh Treyarch. Game bergaya First Person Shooter (FPS) ini kabarnya bakal mengalami beberapa perubahan besar.

Berdasarkan penelusuran detikINET di beberapa situs game, Kamis (3/6/2010), sedikit tergambar seperti apa sistem permainan yang ditawarkan oleh BlackOps.

Sepertinya sudah menjadi khas Treyarch untuk memabawa kisah CoD pada pertempuran tempo dulu. Sebelumnya pengembang game asal Amerika Serikat itu telah membuat Word at War yang mengisahkan pertempuran di era Perang Dunia. Nasib serupa pun sepertinya bakal menimpa BlackOps.

BlackOps bakal mengambil tempat pada era perang dingin, yakni berkisar antara tahun 1985 hingga 1991. Pada game ini, gamer akan berperan sebagai bagian dari tentara elit yang bakal menjalankan beragam tugas rahasia.

Berperan sebagai seorang prajurit yang handal, akan membawa pemain ke berbagai pengalaman tempur yang cukup mengesankan. Pada suatu misi tertentu gamer akan berkesempatan untuk menunggangi SR-71, yakni pesawat pengintai yang beroperasi di ketinggian.

Selain itu, meski bertempur pada era perang dingin, namun senjata yang bakal dibawa pemain terbilang cukup modern. Misalnya, senjata laras panjang lengkap dengan scope pengintai, belum lagi beberapa handgun yang mematikan.

Lokasi tempat pertempuran pun tergolong beragam, mulai dari masuk ke pedalaman hutan hingga mendaki pegunungan tinggi. Jadi selain disajikan adegan tembak-menembak ala CoD, pemain juga bakal disuguhkan pemandangan alam yang luar biasa.

Misi lainnya akan membawa pemain ke markas militer Vietnam. Adegan yang cukup seru pada misi ini adalah ketika pemain bergelantung pada sebuah tali dari helikopter, untuk kemudian turun ke beberapa gedung yang sedang menjadi medan pertempuran.

Masih ingat kejadian jatuh dari helikopter pada seri Modern WarFare? Pada kejadian tersebut pemain harus berlari menyelamatkan diri dari kejaran tentara musuh. Nah, kejadian serupa tampaknya bakal terjadi pada BlackOps. Pemain akan kedapatan melarikan diri dari bangunan yang mulai dilahap si jago merah.

Meski banyak gamer yang pesimistis terhadap CoD Black Ops, namun Treyarch tetap meyakinkan bahwa game mereka tersebut bakalan sukses. Entah bakal sukses atau tidak, namun yang jelas banyak sekali penggemar berat CoD di Indonesia yang sudah tidak sabar menunggu kehadiran seri terbarunya.

Sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/06/03/134559/1369107/655/cod-black-ops-kembali-ke-era-perang-dingin/

Mobile Newspaper Ancam Eksistensi Media Cetak


Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Jika semua operator telekomunikasi di Indonesia ikut berjualan berita lewat layanan mobile newspaper, maka bukan tidak mungkin eksistensi pasar media cetak akan semakin tergerus habis tak lama lagi.

Saat ini saja ada 170 juta pelanggan telekomunikasi. Separuhnya atau 85 juta di antaranya, menurut database operator sudah menggunakan ponsel dengan kemampuan akses internet minimal GPRS.

Dengan pasar yang begitu besar, konsentrasi pembaca media tentu akan lebih besar di pasar mobile dibanding porsi media konvensional seperti koran cetak, tabloid, atau majalah.

Apalagi, biaya yang dikeluarkan untuk mengakses internet di ponsel kian murah dan tentunya lebih ringkas. Untuk berlangganan akses internet menggunakan koneksi minimal GPRS, biayanya bahkan tak sampai Rp 1 per kilobit data yang diakses.

"Kami prediksikan, tren membaca lewat mobile newspaper akan mulai booming akhir tahun ini. Apalagi jika semua operator ikut masuk ke pasar ini," kata Head of Marketing Mobile Data Services XL Axiata, Budi Hardjono di Euphoria, Jakarta, Kamis (3/6/2010).

XL merupakan salah satu operator seluler yang coba menawarkan mobile newspaper lewat akses MMS. Layanan ini diselenggarakannya bersama Huawei, vendor ponsel dan jaringan asal China yang menjadi salah satu mitranya.

"Layanan MMS mobile newspaper tidak menyasar target pengguna BlackBerry, iPhone, atau Android. Sebab, mereka bisa akses lewat internet. Jadi kami membidik pengguna ponsel lain yang sudah punya akses GPRS,"

Mobile newspaper merupakan kombinasi antara akses mobile dengan media pemberitaan yang menyediakan informasi bagi para pengguna ponsel lewat akses pesan multimedia MMS.

"Di China, tren MMS berita sudah berkembang. Dengan banyaknya ponsel China yang beredar di Indonesia, mengapa mobile newspaper tidak kita coba di Indonesia," kata Budi.

Mobile newspaper memang diakui XL akan mempengaruhi pasar media cetak yang ada. Namun Budi belum bisa memperkirakan nilai bisnis pasar media cetak yang akan tergerus oleh tren ini. "Saya kira, orang tetap akan baca koran secara fisik di saat ponsel tak memungkinkan untuk digunakan," kata dia.

Sejak meluncurkan layanan itu pada awal Mei 2010 lalu, XL mengklaim telah meraih 40 ribu pelanggan yang mendaftar layanan MMS berita tersebut. Trafik MMS XL sendiri mencapai 500 ribu per hari.

"Pelanggan yang aktif menggunakan MMS sekitar 2,5 juta pelanggan dari total keseluruhan pelanggan XL yang mencapai 32,6 juta," kata Budi.

Layanan MMS berita ini, menurutnya, disasar kepada pelanggan yang ingin mudah mengakses berita tanpa browsing internet.

Sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/06/03/172331/1369323/398/mobile-newspaper-ancam-eksistensi-media-cetak/?i991102105